
Suatu malam, gw janjian dengan best friend, pasangan sapo tahu gw di EX. "Oke Ci, kita ketemuan di aksara ya." Akhirnya gw nyampe duluan... Sambil nunggu Cici, gw browsing buku2 design. Nggak lama lagi Cici nongol, dengan senyum sumringah dia nanya,"Dah ketemu bukunya?" "Belum...gw ga tau di rak yang mana." Dengan langkah sigap Cici langsung melangkah ke salah satu rak buku (sampai sekarang aja gw nggak tahu di rak yang mana), menyambar salah satu buku dan langsung ke kasir. Sambil tersenyum nakal, dia menatap gue," Lo harus baca ni buku. Biar lo sadar. It's so you, my dear." Gw cuma nyengir. Antara miris (karena hati gue yang lagi pecah berantakan) dan terharu, Cici mau ngerogoh kantongnya untuk membelikan gw buku import yang harganya nggak terbilang murah cuma karena Cici prihatin sama kondisi gw.
Selesai bayar, gw dan Cici pindah ke Chopstix. Selesai order macam2 (yang akhirnya kita sesali karena porsinya banyak banget dan nggak habis ), gw mulai buka2 buku barunya. "Hil, inggrisnya nggak susah kok, cukup gampang," kata Cici menghibur gw. Kemampuan bahasa inggris gw nggak gitu bagus, makanya gw suka malas baca buku import. Beda sama mahluk yang duduk di depan gw. Secara profesinya sebagai copywriter di multinational agency, bahasa inggrisnya ngecipris (apalagi kalo lagi 'seneng' hahaha).
He's Just Not That Into You, judulnya. Covernya didominasi warna pink dengan gambar answering machine yang menunjukkan 0 messages. Ukurannya nggak terlalu besar dan nggak tebal juga, paslah untuk dibawa kemana-mana, jadi bisa mencicil. Kebiasaan gw adalah membaca dari daftar isi. Mata gw mulai menelusuri daftar isinya... and you know what... tiap 2 detik kata 'anjrit' keluar dari mulut gw. Gila, baru daftar isi udah ditampar berkali-kali... gimana baca isinya!
Gw mulai melihat-lihat isinya. Untungnya buku ini struktur penulisannya berbentuk Q&A. jadi nggak usah ngurutin satu-satu. Benar aja perkiraan gw. Setiap 10 detik, gw melontarkan kata 'anjrit', 'damn', 'cici, gila ini bener banget'...urutannya yang mana...tergantung spontanitas saat itu aja. Di saat bersamaan, Cici ikut berkomentar,"Hil, buku ini elo bangetttt. Baca deh yang ini..." Cici dengan sigap merogoh tasnya dan... tadaaaaaaaaaaaaaaaaa... buku yang sama!!! "Bodo ah," kata Cici. Ternyata dia sadar agak risih juga ya kalau dilihat orang sekitar. Coba bayangkan, 2 perempuan duduk di resto, masing-masing memegang buku He's Just Not So Into You, dan membahas buku itu dengan semangat. Kebayang nggak orang-orang yang melihat mikirnya apa? 'Dasar, pasti tuh 2-an barisan sakit hati'. Huhuhuhu.
Malamnya, di rumah, buku itu gw lalap habis. Pikiran gw dibuka banget, dan gw mendapat suntikan spirit baru dalam menghadapi kondisi gw. Malam itu, gw tidur subuh, dengan tekad baru untuk lebih kuat.
Tapi mohon dicatat, pencerahan itu cuma bertahan 3 jam. Paginya, jam 8 pagi, tiba-tiba esia gw bunyi. Setelah sekian lama absen, dia menelepon. Tapi nggak keburu gw angkat. Biasanya gw langsung menelepon balik, tapi gw kan dah punya ilmu baru, jadi gw memutuskan untuk tidur lagi. Eh, baru kepala ini nempel lagi di bantal, tiba2 hp gw bunyi. ada MMS dari dia. Pas MMSnya gw buka, lutut gw langsung lemes, dia mengirimkan foto gw b2 dia pas new year's eve, dengan message 'Pagi Gendut...Piye Kabare'. Ilmu dari He's Just Not So Not Into You langsung luluh lantak, nggak berguna...Huaaaa kangennnn .
Jadi kesimpulannya:
Sebagus2nya buku He's Just Not So Into You, ilmu si dia jauh lebih tinggi!!